Berita Jepang dan Indonesia Terkini
Berita  

Eratkan Kerjasama Pelaku Bisnis Otoparts Indonesia Bertemu dengan Pengusaha Jepang

HALO JAPIN. Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) Indonesia melakukan pertemuan dengan Japan Autoparts Industries Association (JAPIA) di KBRI Tokyo, Kamis (30/6). Dari pertemuan ini diharapkan ada kerjasama yang berkelanjutan antara kedua belah pihak dalam industri komponen otomotif atau otoparts.


Menurut Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi, pertemuan ini diyakini bahwa delegasi Indonesia mampu menjadi mitra yang terpercaya dari pengusaha otoparts Jepang. “Saya meyakini 30 delegasi IKM (Industri Kecil Menengah) otoparts Indonesia yang hadir ini dapat menjadi mitra yang terpercaya bagi Jepang,” katanya.

Heri juga menyebutkan bahwa sebagian besar dari para anggota IKM telah bermitra dengan pengusaha Jepang dalam kurun waktu yang panjang. “Untuk itu, saya harapkan kerja sama ke depan akan semakin erat dan luas,” sambungnya.

Dalam pertemuan tersebut, Heri mengajak chairman JAPIA untuk melakukan kunjungan bisnis ke Indonesia khususnya kawasan industri yang disiapkan khusus untuk pabrik komponen otomotif.


Sementara itu dalam pertemuan tersebut Chairman JAPIA yang juga menjabat sebagai Presiden/CEO Denso Corporation Koji Arima menyebut bahwa berkat dukungan dari pemasok lokal, anggota JAPIA di Indonesia saat ini telah berhasil meningkatkan kandungan lokal hingga 70 persen. Koji juga menyarakan berkomitmen untuk memperkuat kerja sama yang erat dengan Indonesia. “Ke depan, JAPIA siap mendukung peningkatan kualitas pemasok lokal dari anggota PIKKO guna mendapatkan nilai competitiveness yang semakin tinggi,” ujar Koji.

Sedangkan Plt. Ketua PIKKO Farri Aditya mengatakan bahwa kolaborasi antar pemasok komponen dalam membuat suatu unit produk untuk otomotif merupakan langkah penting dalam menyambut industri 4.0. “Saya akan pastikan bahwa penguatan inovasi dan transfer teknologi akan menjadi rencana kerja prioritas untuk kerja sama antara JAPIA dan PIKKO ke depannya,” katanya.

Menanggapi pertemuan tersebut Made Dana Tangkas Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) yang juga sebagai Ketua Pembina PIKKO memberikan apresiasinya. Menurutnya, kerja sama antar asosiasi sangat diperlukan agar lebih banyak lagi IKM Indonesia yang menjadi pemasok otoparts bagi pabrikan Jepang, guna memenuhi target substitusi impor sebesar 35 persen dan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).


Namun, berdasarkan data IOI, dari 434 anggota JAPIA baru 120 perusahaan yang masuk ke Indonesia dengan membentuk 162 perusahaan komponen otomotif. “Masih terdapat banyak peluang untuk mengembangkan industri otomotif di Indonesia. Saya harapkan anggota JAPIA juga dapat berinvestasi di Indonesia dan membawa teknologi generasi terbaru otoparts seperti motor listrik, gear-box, parking-brake system dan airbag,” ujar Made.

Pertemuan yang di inisiasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo merupakan penutup dari rangkaian kegiatan autoparts business forum yang digagas KBRI Tokyo bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dengan dukungan Kementerian Perindustrian RI, Bank Indonesia, dan MUFG Bank. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 24 Juni 2022 dan diikuti oleh 30 wakil Industri Kecil Menengah (IKM) otoparts Indonesia di bawah naungan Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

Selama di Jepang, selain menghadiri Indonesia – Japan Autoparts Business Forum, sejumlah wakil bisnis IKM otoparts Indonesia juga melakukan pertemuan bisnis dengan beberapa mitra di Jepang, antara lain Toyota Motor, Daihatsu Motor, Suzuki Motor, Daiki Aluminium dan Aska.

Selain itu, ada pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara APINDO dengan San Ju San Bank dan Letter of Intent antara APINDO, PIKKO dengan MUFG Bank terkait penyiapan skema financing yang kompetitif bagi IKM Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *