Berita Jepang dan Indonesia Terkini
Berita  

Kedatangan Warga Negara Asing di Jepang Tahun 2022 Melonjak 12 Kali Lipat

Kedatangan warga asing di bandara Haneda Jepang ( Foto dok. www.tokyo-airport-bldg.co.jp)


halojapin.com. Jumlah warga negara asing yang memasuki Jepang pada tahun 2022 melonjak hampir 12 kali lipat dari tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah pencabutan perbatasan yang dilakukan pemerintah Jepang.


Menurut Badan Layanan Imigrasi Jepang angka peningkatan ini masih jauh bila dibandingkan dengan rekor pada tahun 2019 yaitu sebesar 31, 19 juta pengunjung. Tercatat pada bulan Oktober terjadi peningkatan tajam kedatangan warga asing dan terus mendapatkan momentum hingga akhir tahun. laporan 27 Januari. Pada bulan Januari dan Februari 2022, total pengunjung asing kurang dari 10.000 setiap bulan.


Kemudian antara Maret dan September, angkanya berfluktuasi berfluktuasi antara sekitar 50.000 dan sekitar 150.000. Namun pada bulan Desember, total bulanan melonjak menjadi sekitar 1,33 juta. Badan tersebut mengatakan bahwa sekitar 2,86 juta orang tiba dengan visa kunjungan singkat, terutama untuk pariwisata, terhitung 80 persen dari total keseluruhan. Sebagai indikasi dampak pandemi terhadap industri pariwisata, angka 2,86 juta hanya mewakili 10 persen dari pemegang visa tersebut untuk tahun 2019.


Laporan tersebut juga mencatat bahwa jumlah warga negara asing yang datang ke Jepang karena alasan terkait bisnis Dari total pada tahun 2022, pengunjung jangka pendek menyumbang sekitar 70 persen, yaitu 2,86 juta orang, hampir 40 kali lipat dari tahun 2021.

Jepang adalah negara yang sangat ketat memberlakukan pembatasan di antara negara-negara maju lainnya. Negara tersebut mensyaratkan pelaku perjalanan untuk menunjukkan hasil negatif tes COVID-19 yang dilakukan dalam waktu 72 jam sebelum keberangkatan.

Dari total pada tahun 2022, pengunjung jangka pendek menyumbang sekitar 70 persen, yaitu 2,86 juta orang, hampir 40 kali lipat dari tahun 2021.

Jepang kembali membuka kembali perbatasan untuk para pelancong setelah hampir 2,5 tahun ditutup. Hal ini dilakukan untuk mendorong sektor pariwisata Jepang yang anjlok karena pandemi. Selain itu bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran internasional antara Jepang dengan negara-negara lain, sambil berupaya mengambil keuntungan dari lemahnya mata uang yen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *