Berita Jepang dan Indonesia Terkini
Berita  

PCI NU Jepang Bangun Pesantren NU di Ibaraki

Lokasi dan bangunan Pesantren NU di Jepang yang diinisiasi oleh Nahdliyin Jepang. (Dok. nuonline/PCINU Jepang)

Pendirian pondok pesantren ini bertujuan ini bertujuan untuk memperluas pendidikan Islam dan nilai-nilai NU di negara tersebut

halojapin.com. Sebuah pondok pesantren rencananya akan berdiri di kota Koga, Prefektur, Ibaraki Jepang. Pembangunan pesantren tersebut merupakan inisiasi dari Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang. Pendirian pondok pesantren PCI Jepang ini bertujuan ini bertujuan untuk memperluas pendidikan Islam dan nilai-nilai NU di negara tersebut

Saat ini PCINU Jepang telah menyelesaikan pembayaran lahan dan bangunan seluas 911m2 senilai ¥ y 7,822,060. “Bangunan terletak di Kota Koga, Ibaraki prefecture/provinsi, Terpilihnya kota ini karena dekat dengan masjid sekitar 7-10 menit dengan mobil. Selain itu jauh dari keramaian sebagaimana kebanyakan pesantren di Indonesia. Bangunan sendiri adalah adalah bekas rumah warga Jepang dijual pemiliknya,” ujar Ketua PCINU Jepang, Achmad Gazali kepada NU Online beberapa waktu lalu.

Gazali mengungkapkan bahwa saat ini, pembangunan pesantren telah memasuki tahap renovasi lahan dan bangunan. Rencana pembangunan pesantren sendiri terbagi menjadi beberapa tahap yaitu tahap pembebasan lahan dan bangunan kemudian tahap renovasi. Selain itu ada juga tahap pengembangan jangka pendek berupa kegiatan-kegiatan kecil dan perizinan. Sedangkan tahap jangka menengah berupa penambahan kegiatan-kegiatan kajian rutin keagamaan dan pengembangan keorganisasian. Harapannya ke depan pesantren dengan penerimaan santri mukim.

Kemudian Gazali menyebut, pengelolaan pesantren akan dilakukan secara bertahap. Namun intinya, pihaknya akan melakukan penyesuaian dengan kondisi di Jepang, termasuk struktur bangunan dan pemandangan sekitar. Pembangunan pesantren ini akan menjadi pusat pembelajaran agama dan budaya bagi masyarakat yang tertarik untuk lebih memahami Islam dan masyarakat Muslim. “Kita akan mempertahankan khas Jepang. Hal ini kami alkukan agar lebih warga lokal lebih mudah menerima keberadaan pesantren ini. Siapapun boleh (menyantri), walau target utama adalah anak-anak hasil pernikahan orang Indonesia-Jepang,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *